WOWBEKASI.ID – Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Kehadiran berbagai media dan platform digital memberikan peluang bagi guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan adaptif. Namun, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran juga membutuhkan kemampuan literasi digital agar teknologi dapat digunakan secara tepat dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Melihat pentingnya hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) RASHKARA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan program kerja “Digital Education Movement” sebagai upaya meningkatkan literasi digital bagi guru di SDN Darma Bakti. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan praktik pemanfaatan media pembelajaran digital bersama para guru SDN Darma Bakti. Melalui kegiatan tersebut, guru diperkenalkan pada konsep literasi digital sekaligus diajak untuk memahami berbagai alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.
Program Digital Education Movement memiliki beberapa tujuan utama, yaitu membantu guru memahami konsep literasi digital, mengenal aplikasi pembelajaran sederhana, membuat media pembelajaran digital, serta menerapkan media tersebut dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada guru untuk mencoba secara langsung penggunaan media digital.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN terlebih dahulu menyampaikan materi mengenai pentingnya literasi digital dalam pendidikan. Guru diajak melihat perkembangan pendidikan yang semakin erat dengan teknologi serta memahami bahwa teknologi seharusnya digunakan sebagai alat pendukung pembelajaran. Teknologi tidak dimaksudkan untuk menggantikan posisi guru, tetapi membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih efektif.
Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan pendidikan di era 5.0. Pada era ini, teknologi dan manusia diharapkan dapat berkolaborasi secara harmonis. Teknologi seperti kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengalaman belajar, tetapi tetap harus disertai dengan nilai kemanusiaan, kreativitas, dan empati.
Materi tersebut menjadi semakin relevan dengan berbagai tantangan pembelajaran yang dihadapi saat ini. Salah satunya adalah penggunaan media pembelajaran yang masih kurang bervariasi. Di sisi lain, peserta didik semakin akrab dengan perangkat digital, meskipun penggunaannya sering kali lebih banyak diarahkan untuk hiburan daripada kegiatan belajar. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya alternatif media pembelajaran yang mudah digunakan dan dapat membantu guru mengoptimalkan pemanfaatan teknologi di kelas.
Setelah mendapatkan pemahaman mengenai literasi digital, para guru kemudian mengikuti sesi praktik media pembelajaran digital. Dalam sesi ini, guru diberikan kesempatan untuk mencoba media yang telah diperkenalkan dan melihat bagaimana teknologi tersebut dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran. Praktik tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri guru dalam menggunakan teknologi sekaligus memberikan gambaran mengenai penerapannya secara nyata di kelas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para guru diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam menggunakan media digital dalam pembelajaran. Sesi diskusi menjadi ruang untuk bertukar pengalaman antara mahasiswa KKN dan guru sehingga program tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi menjadi proses berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Melalui program Digital Education Movement, mahasiswa KKN RASHKARA berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi guru SD Darma Bakti. Literasi digital yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah.

Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini juga menjadi pengalaman untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam lingkungan pendidikan secara langsung. Sementara bagi sekolah, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pemanfaatan teknologi secara lebih bijak dan kreatif dalam proses pembelajaran.
Pada akhirnya, Digital Education Movement bukan sekadar kegiatan mengenalkan teknologi kepada guru. Lebih dari itu, program ini menjadi upaya membangun kesadaran bahwa perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan manusia dalam menggunakannya secara bijak. Dengan kolaborasi antara guru dan teknologi, diharapkan pembelajaran di SD Darma Bakti dapat terus berkembang menjadi pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan adaptif. (Zahra Aurelia)
