Skip to content
Menu
Gaya Hidup

Qurban Vibes: Bukan Sekadar Ritual, Tapi Momen “Menyembelih” Ego dan Membuktikan Cinta

Qurban Vibes: Bukan Sekadar Ritual, Tapi Momen “Menyembelih” Ego dan Membuktikan Cinta

Oleh:

KH Bachtiar Nasir |

Pembina AQL Qurban Care

 

Pernah merasa ibadah qurban hanya jadi rutinitas tahunan—beli, potong, lalu bagi? Jika iya, mungkin ini saatnya melihat lebih dalam makna qurban sebagaimana dijelaskan dalam Al-Mufashshal fī Ahkām al-Udhiyah karya Hussamuddin bin Musa Muhammad bin ‘Afaneh.

Dalam kitab tersebut, qurban tidak dipandang sekadar festival daging atau tradisi Idul Adha semata. Lebih dari itu, qurban adalah simbol totalitas cinta seorang hamba kepada Allah—sebuah bentuk pengabdian yang melibatkan hati, harta, dan keikhlasan.

Syaikh ‘Afaneh menegaskan bahwa esensi qurban adalah “menyembelih” ego dan keterikatan pada hal-hal duniawi. Hal ini merujuk pada kisah agung Nabi Ibrahim AS, yang menjadi simbol keberanian melepas sesuatu yang paling dicintai demi ketaatan mutlak kepada Sang Pencipta.

Pesan ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an, tepatnya QS. Al-Kautsar ayat 2: “Fashalli lirabbika wanhar” (Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah). Ayat ini menegaskan bahwa kedekatan spiritual melalui ibadah harus menjadi fondasi sebelum aksi sosial dilakukan.

Tak hanya itu, kualitas qurban juga menjadi cerminan kesungguhan. Dalam syariat, hewan qurban harus memenuhi kriteria ats-Tsaniy (cukup umur) dan bebas dari cacat. Ini bukan tanpa alasan. Allah tidak membutuhkan daging atau darahnya, melainkan ketakwaan dari pelakunya, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Hajj ayat 37.

Artinya, memilih hewan terbaik adalah bentuk keseriusan dalam beribadah—bukan sekadar formalitas atau kewajiban yang dijalankan asal-asalan.

Di sisi lain, qurban juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Ia menjadi sarana berbagi kebahagiaan, mempererat hubungan, serta menghadirkan senyum bagi mereka yang jarang menikmati daging. Nilai kemanusiaan dalam Islam pun tampak jelas, di mana semangat berbagi ini melampaui batas sosial dan ekonomi.

Pada akhirnya, qurban bukan hanya tentang hewan yang disembelih, tapi tentang diri yang diperbaiki. Saat darah hewan mengalir, di situlah ego dilepaskan dan empati ditumbuhkan.

Qurban adalah momen “glow up” spiritual—kesempatan untuk naik level dalam keimanan dan kepedulian. Jadi, pastikan qurban tahun ini bukan sekadar rutinitas, tapi benar-benar menjadi bukti cinta yang tulus dan totalitas.

AQL QURBAN CARE

IG: @aql.kurbancare
Tiktok: @aqlkurbancare
Website: kurbancare.org

 

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Get the newsletter

The day’s top stories, once a day.