WOWBEKASI.ID – Pemerintah Kabupaten Bekasi mengakui ketersediaan dokter gigi masih terbatas dan belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Kondisi ini mendorong Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, meminta dukungan dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) untuk membantu pemerataan layanan kesehatan gigi di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Asep saat menghadiri pelantikan pengurus PDGI Kabupaten Bekasi di Hotel Java Palace Jababeka, Sabtu (11/4/2026).
Dalam sambutannya, Asep menegaskan bahwa kebutuhan layanan kesehatan gigi dan mulut semakin mendesak seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk Kabupaten Bekasi yang mencapai sekitar 3,4 juta jiwa. Ia menyebutkan, meskipun tenaga dokter umum relatif mencukupi, kondisi berbeda terjadi pada tenaga dokter gigi yang masih kurang, terutama di wilayah tertentu.
“Dokter umum mungkin sudah cukup banyak, tapi dokter gigi masih kurang, terutama di wilayah utara seperti Muara Gembong dan sekitarnya,” ujarnya.
Asep mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah dikonfirmasi langsung kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Keterbatasan tenaga dokter gigi dinilai berdampak pada belum meratanya akses pelayanan kesehatan gigi bagi masyarakat.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Asep secara terbuka meminta peran aktif PDGI Kabupaten Bekasi untuk turut membantu pemerintah daerah dalam mencarikan solusi, termasuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.
“Kami minta bantuan PDGI untuk bersama-sama mencari solusi, termasuk menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi agar dokter gigi internship bisa ditempatkan di wilayah yang masih kekurangan tenaga,” jelasnya.
Menurutnya, langkah kolaboratif menjadi kunci dalam mengatasi keterbatasan tenaga kesehatan, khususnya dokter gigi, yang hingga kini masih menjadi tantangan di daerah dengan jumlah penduduk besar seperti Kabupaten Bekasi.
Selain soal ketersediaan tenaga medis, Asep juga menekankan pentingnya peran dokter gigi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut. Ia mengingatkan bahwa gangguan kesehatan gigi yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada kondisi kesehatan secara keseluruhan.
“Masalah gigi itu bukan hal sepele. Kalau tidak ditangani dengan baik, bisa berdampak ke kesehatan lain,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Asep juga mengapresiasi kontribusi PDGI yang selama ini aktif melakukan berbagai kegiatan sosial, seperti bakti sosial pelayanan kesehatan gigi kepada masyarakat.
Ia berharap, ke depan kolaborasi antara pemerintah daerah dan PDGI dapat terus diperkuat, baik dalam aspek pelayanan, edukasi, maupun upaya promotif dan preventif.
Sementara itu, Ketua PDGI Kabupaten Bekasi, Febrina Roulita Siregar, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi masyarakat.
Menurutnya, PDGI selama ini telah aktif bersinergi dengan pemerintah daerah serta organisasi profesi lainnya dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk pelayanan kesehatan dan edukasi kepada masyarakat.
“Kami akan terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dengan adanya sinergi tersebut, diharapkan persoalan keterbatasan dokter gigi di Kabupaten Bekasi dapat diatasi secara bertahap, sehingga akses layanan kesehatan gigi menjadi lebih merata dan berkualitas.






