WOWBEKASI.ID – Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mempercepat pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Stasiun Bekasi sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pejalan kaki. Pembangunan JPO ini juga menjadi bagian dari penataan kawasan stasiun yang selama ini dikenal sebagai titik kemacetan dan padat aktivitas warga.
Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menyampaikan bahwa saat ini proses perizinan pembangunan JPO masih berjalan di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Kami terus berkoordinasi dengan Kemenhub agar prosesnya cepat selesai. Ini sesuai instruksi Wali Kota Tri Adhianto agar mobilitas warga semakin lancar,” ujar Zeno, Senin (9/6/2025).
Tak hanya fokus pada pembangunan JPO, Dishub juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arus kendaraan di sekitar stasiun. Meski sempat muncul wacana relokasi pintu masuk dan keluar area stasiun, hasil analisis sementara menyebutkan bahwa pengaturan yang ada saat ini masih cukup efektif.
“Berdasarkan analisis Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL), titik yang ada sudah cukup mengurangi kemacetan. Namun, kami tetap terbuka untuk penyesuaian jika diperlukan,” jelasnya.
Zeno juga menyoroti persoalan lain di sekitar stasiun, yaitu aktivitas angkutan kota (angkot) yang kerap berhenti sembarangan (ngetem) di Jalan Pusdiklat. Menurutnya, kondisi ini turut memperparah kepadatan lalu lintas. “Kami akan mengoptimalkan pengawasan agar angkot tidak menumpuk dan memperparah kemacetan,” tandasnya.
Dengan percepatan pembangunan JPO dan penataan lalu lintas yang terintegrasi, Pemkot Bekasi berharap kawasan Stasiun Bekasi menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman bagi para pengguna transportasi umum maupun pejalan kaki.






