WOWBEKASI.ID – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Indonesia dapat mencapai Rp 178 triliun per tahun. Namun, hingga saat ini, dana yang tergali baru sekitar Rp 41 triliun.
“Jika seluruh umat Islam rajin membayar zakat, infak, dan sedekah, maka tidak akan ada lagi muslim yang hidup dalam kemiskinan,” ujar Menag dalam konferensi pers, Jumat (21/3/2025).
Menag menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 3,17 juta orang yang tergolong miskin ekstrem dan 24 juta orang miskin di Indonesia, di mana sebagian besar diperkirakan adalah umat Islam. Ia menyoroti bahwa dana zakat yang seharusnya bisa dikumpulkan jauh lebih besar jika melihat jumlah umat Islam yang memiliki tabungan dan deposito di bank.
“Jika kita hitung jumlah KTP beragama Islam yang memiliki simpanan di bank, seharusnya zakat yang terkumpul mencapai Rp 320 triliun. Namun, yang baru kita dapatkan hanya Rp 41 triliun. Ke mana sisanya?” ujarnya.
Selain zakat, Menag mengingatkan bahwa masih ada 27 sumber penerimaan lainnya, seperti infak, sedekah, hibah, wasiat, dan luqatah. Jika seluruh instrumen keuangan Islam ini dioptimalkan, maka jumlah dana yang bisa dikumpulkan akan sangat besar dan berpotensi mengentaskan kemiskinan di masyarakat.
“Kemiskinan ekstrem ini sebenarnya bisa diselesaikan secara mandiri oleh masyarakat melalui berbagai pundi-pundi agama. Namun, sejauh ini yang aktif baru zakat, sementara sumber lainnya belum digarap maksimal,” tambahnya.
Menag juga menegaskan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat dan wakaf agar dana yang terhimpun bisa lebih besar dan berdampak luas.
“Kekuatan bahasa agama sangat luar biasa dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Oleh karena itu, kita harus mengoptimalkan seluruh potensi yang ada,” katanya.
Di momen Ramadan ini, Menag mengajak seluruh umat Islam untuk meningkatkan kesadaran dalam membayar zakat, infak, dan sedekah. Sebab, di bulan suci ini, pahala dari setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan.
