WOWBEKASI.ID – Pemerintah Kota Bekasi akan berupaya agar tidak ada anak lulusan SD yang putus sekolah, terutama mereka yang gagal masuk SMP Negeri melalui seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhammad, menyatakan pihaknya sedang menunggu laporan dari Lurah dan Camat yang saat ini tengah mendata jumlah lulusan SD yang tidak melanjutkan ke SMP karena gagal di PPDB.
“Kita tunggu laporan Lurah dan Camat yang saat ini mereka tengah mendata. Untuk mengetahui berapa anak yang tidak sekolah karena gagal masuk SMP negeri,” ujar Raden Gani Muhammad pada Jumat (19/7/2024).
Gani mengakui bahwa tidak semua anak di Kota Bekasi bisa ditampung di sekolah negeri, karena hal itu dapat mengurangi kualitas pendidikan. Ketika sekolah negeri menampung terlalu banyak murid, kualitas belajar mengajar akan menurun, yang bertentangan dengan target Indonesia Emas 2045 yang dicanangkan pemerintah pusat, termasuk Kota Bekasi yang bertanggung jawab mewujudkannya.
“Pada saat Kota Bekasi menampung sebanyak-banyaknya murid di sekolah negeri ini akan kacau. Kepatutan dan kelayakan belajar mengajar tidak akan tercapai,” kata Gani.
Sebagai solusi, sekolah swasta hadir sebagai alternatif bagi anak-anak yang gagal masuk sekolah negeri. Gani mengibaratkan situasi ini seperti rumah sakit; jika pasien tidak tertampung di rumah sakit pemerintah, mereka bisa pergi ke rumah sakit atau klinik swasta.
“Jadi jangan dipikir kalau tidak sekolah negeri tidak sekolah. Mereka bisa sekolah swasta dan kita pemerintah daerah juga banyak memberikan bantuan kita sinergi,” pungkasnya.






