WOWBEKASI.ID – Ustaz Bachtiar Nasir mengajak masyarakat untuk mengikuti acara “Indonesia Peace Convoy: Road to Freedom for Palestine,” yang akan diadakan pada Sabtu, 27 Juli 2024. Acara ini merupakan bentuk solidaritas Indonesia terhadap penderitaan yang dialami rakyat Palestina di Gaza dengan berkonvoi mengunakan kendaraan pribadi masing-masing.
Dalam wawancaranya, Ustaz Bachtiar Nasir menjelaskan, Selama sepuluh bulan terakhir, dunia terus menyaksikan penderitaan dan pembantaian yang terjadi di Gaza. Meski berbagai protes dan perlawanan telah dilakukan oleh berbagai pihak, Zionis Israel dan para pendukungnya tetap mengabaikan seruan tersebut. Sikap anti-kemanusiaan dan anti-perdamaian ini bukan hanya serangan terhadap Gaza, tetapi juga terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan di masyarakat dunia internasional.
Ia menyoroti respon penjajah Israel terhadap hukum Mahkamah PBB (ICJ) pada Jumat, 19 Juli 2024, yang dengan tegas menyatakan bahwa keberadaan Israel di Palestina adalah ilegal. “Alih-alih menerima fakta tersebut, Israel justru menyerang dengan tuduhan anti-semit yang tak berdasar,” lanjutnya.
Ustaz Bachtiar menekankan pentingnya dunia internasional untuk tidak berhenti hanya dengan pengakuan hak Palestina dan kecaman terhadap penjajahan Israel. “Kita harus terus bergerak dengan inovasi gerakan dan perjuangan agar semakin kuat tekanan perlawanan dari berbagai pihak. Harapannya, kekuatan ini dapat menyentuh setiap manusia untuk berjuang dengan fitrah kemanusiaan masing-masing.”
Mengenai acara yang akan digelar, Ustaz Bachtiar mengungkapkan targetnya adalah ribuan kendaraan. “Dengan kapasitas JI Expo dan area parkir di sekitarnya, kami berharap acara ini dapat menampung banyak peserta. Karena ini pertama kalinya acara seperti ini diadakan, terutama bagi para riders dan bikers, ini adalah sesuatu yang baru. Lokasi di Kemayoran juga baru bagi kami, namun insya Allah, dari data yang masuk, kami optimis bisa mencapai target tersebut.”
Acara akan dimulai dengan sholat subuh di Masjid Al-Azhar. Setelah itu, peserta akan merapikan barisan tanpa adanya mobil komando di depan, hanya replika mimbar Masjid Al-Azhar di depan, diikuti oleh motor-motor besar, motor-motor kecil, mobil, dan sepeda. “Sepeda mungkin lebih cepat karena bisa mencapai 60 km per jam, sementara mobil tidak mungkin. Oleh karena itu, konvoi harus berjalan dengan pelan. Semua teknis ini sudah dikoordinasikan dengan pihak Ditlantas,” tambah Ustaz Bachtiar.
Setiap peserta akan mengenakan atribut Indonesia dan Palestina, menghias kendaraannya dengan stiker yang sudah disediakan, serta membawa bendera Palestina dan bendera Indonesia. Rute dari Al-Azhar ke Kemayoran juga sudah disiapkan dan dikoordinasikan dengan pihak Ditlantas.
“Mimbar adalah simbol bagi kita, mengingatkan pada mimbar Solahuddin, yang sangat kental dengan semangat pembebasan Palestina. Banyak komunitas bikers yang diundang, baik motor besar maupun motor biasa, untuk ikut serta dalam acara ini,” ujar Ustaz Bachtiar.
Selain konvoi, puncak acara di JI EXPO Kemayoran akan disemarakkan dengan berbagai kegiatan seperti monolog, orasi, bazaar, nasyid, dan doa untuk Palestina. “Kami berharap semoga agenda ini bisa berlanjut menjadi gerakan Muslim Peace Convoy di negara-negara Muslim, lalu diteruskan menjadi gerakan Global Peace Convoy di tingkat masyarakat internasional yang semakin membuat muram wajah Zionis Israel, sebagaimana diberitakan Al-Qur’an,” tutup Ustaz Bachtiar.






