Muhammad Rafi Wirdiyan, Ratna Dewi Kartikasari
Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jl. K.H. Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan Banten
muhammadrafiwirdiyan@gmail.com
Abstract
Friendship environment on campus, communication is also an important thing that can be decisive in the success of friends. Students who have difficulty communicating between peers will have difficulty being able to adjust to their peers and their environment. If communication skills with peers are hampered it can lead to obstruction of their developmental duties and interfere with their development. This study uses descriptive qualitative research and the focus of this study is on observation and natural atmosphere (naturalistic setting) data analysis with qualitative descriptive approach techniques. Dharmawangsa University students have the effectiveness in communicating well and well, then able to be open to each other, and have an empathetic attitude towards fellow friends. Then to be more expected again Students are able to participate in all campus activities other than outside of learning hours. It needs to be held like activities outside of study hours such as OUT BOND activities, namely activities with the aim of providing cohesiveness so that the position is more intertwined. Besides that, for students especially level I (one) to be more active in participating in campus organizations for example.
Keywords: Role, Interpersonal Communication, Harmonization
Abstrak
Lingkungan pertemanan di kampus, komunikasi juga menjadi hal penting yang dapat menjadi penentu dalam keberhasilah berteman.Mahasiswa yang mengalami kesulitan berkomunikasi antar teman sebaya akan mengalami kesulitan untuk dapat menyesuaikan diri dengan teman sebayanya dan lingkungannya. Apabila kemampuan komunikasi dengan teman sebayanya terhambat itu dapat menyebabkan terhambatnya pemenuhan tugas perkembangannya dan mengganggu perkembangannya.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dan titik fokus penelitian ini adalah pada observasi dan suasana alamiah (naturalistic setting)data analisis dengan teknik pendekatan deskriptif kualitatif. Mahasiswa Universitas Dharmawangsa memiliki ke efektifitasan dalam berkomunikasi dengan baik dan bagus, kemudia mampu saling terbuka, serta memiliki sikap yang empati terhadap sesama teman nya. Kemudian untuk lebih diharapkan lagi Mahasiswa mampu mengikuti segala kegiatan kampus selain diluar jam pembelajaran.Perlu nya diadakan seperti Kegiatan diluar jam belajar seperti kegiatan OUT BOND yaitu kegiatan dengan tujuan memberikan kekompakan sehingga kedetakan diri lebih terjalin. Disamping itu untuk para Mahasiswa khususnya tingkat I (Satu) agar lebih aktif lagi dalam mengikuti organisasi kampus misalnya.
Kata Kunci : Peranan, Komunikasi Antar Pribadi, Harmonisasi
PENDAHULUAN
Komunikasi merupakan suatu aktivitas dasar manusia, dengan adanya komunikasi manusia dapat saling berhubungan antara satu dengan yang lain baik dalam kehidupan sehari-hari di dalam rumah tangga, pekerjaan, di pasar, di dalam lingkungan masyarakat maupun dimana manusia itu berada. Komunikasi tidak dapat di pungkiri bagi manusia begitu pun didalam suatu lembaga atau organisasi, dengan adanya komunikasi yang baik organisasi akan berjalan lebih lancar sesuai yang akan di inginkan dan akan mendapatkan keberhasilan yang luar biasa dan begitu juga sebalikanya, jika komunikasi tidak baik maka akan terdapat keburukan dalam kerja, terlebih lagi akan terjadinya tidak teraturnya dalam struktur organisasi.
Komunikasi barasal dari bahasa latin yang berarti” pemberitahuan” atau pertukaran pikiran”. Dengan demikian secara umum komunikasi terdapat unsur-unsur kesamaan makna agar terjadi pertukaran pikiran atau pengertian antara komunikator (penyebar pesan) dengan komunikan (penerima pesan), tujuan dari komunikasi tersebut adalah untuk tercapainya suatu pengertian antar dua belah pihak atau menyamakan makna pesan yang telah disampaikan oleh beberapa benyak persepsi yang di di terima oleh komunikator.
Moor (1993:13) mengemukakan definisi tentang komunikasi, yaitu bahwa komunikasi adalah Penyampaian pengertian antar individu. Komunikasi dilakukan dengan sengaja oleh seseorang untuk menyampaikan pesan kepada orang lain demi memenuhi kebutuhannya, seperti membujuk atau menjelaskan sesuatu. Dengan demikian, pemahaman komunikasi sebagai proses satu arah tersebut mengabaikan komunikasi yang tidak sengaja atau direncanakan, seperti mimik muka, nada suara, gerakan tubuh dan sebagainya yang dilakukan secara spontan. Jadi dapat disimpulkan bahwa konsep komunikasi sebagai proses satu arah memfokuskan pada penyampaian pesan secara efektif dan menjelaskan bahwa kegiatan komunikasi bersifat persuasif (Mulyana, 2001:61-62).
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dan titik fokus penelitian ini adalah pada observasi dan suasana alamiah (naturalistic setting) . Maksud natural dalam penelitian ini adalah penelitian yang dilaksanakan secara alamiah, apa adanya dalam situasi normal dan tidak dimanupulasi keadaan dan kondisinya. Konkretnya, penelitian ini menekankan pada deskripsi secara alami.
Selanjutnya data analisis dengan teknik pendekatan deskriptif kualitatif juga bertujuan untuk mendapatkan uraian mendalam tentang ucapan, tulisan, dan tingkah laku yang dapat diamati dari individu, kelompok, maupun organisasi dalam setting tertentu yang di kaji dari sudut pandang yang komprehensif.
Pendekatan deskriptif kualitatif yang dimaksud adalah untuk menggambarkan kenyataan atau kejadian apa adanya sesuai dengan hasil yang sebenarnya dilapangan dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif yaitu menggunakan cara berpikir yang dimulai dari hal- hal yang khusus (fakta empiris) menuu hal- hal yang umum(tataran konsep) seperti yang dikemukakan oleh ( Ari Kunto, 2000).
Teknik Analisa Data Untuk menghimpun keseluruhan data yang diperlukan, peneliti mempergunakan dua metode pengumpulan data yaitu sumber data baik data primer maupun sekunder (Hadi, 1999 : 136). Data primer yaitu meliputi hasil pengamatan langsung atau observasi dan wawancara.
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan dengan sistematik dengan terhadap gejala-gejala yang dihadapi. Observasi merupakan metode pengamatan dan pencatatan secara sistematis tentang fenomena-fenomena yang diteliti. Observasi yang dilakukan penulis dengan terjun langsung selama beberapa waktu sampai dianggap cukup untuk mengetahui fenomena.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari hasil penelitian bahwa sesuai pada Teori Penetrasi Sosial komunikasi itu seperti bawang merah. Artinya sebuah hubungan dimulai pada lapisan terluar seseorang, yaitu seseorang dapat dan mau mempublikasikan bagian umum terluar nya saja. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta melakukan Komunikasi Antar Pribadi dengan baik. Dapat dilihat dari tahap pengenalan satu dengan lain nya. Untuk Mahasiswa tingkat I contohnya tidak akan langsung akrab. Sebelum ke akraban terjadi maka akan ada kesamaan-kesamaan serta kemauan untuk saling membuka diri.
Setelah adanya keterbukaan lalu Mahasiswa akan melihat apakah ada keuntungan tersendiri baginya dan apakah juga kerugian bagi dirinya. Untung dan rugi dipertimbangkan Mahasiswa sebagai akan sejauh mana hubungan bisa terjalin dan berlanjut.
Kemudian setelah adanya sebuah ke akraban maka akan mencapai lapisan dalam seseorang. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta dikatakan mampu memiliki keterbukaan, lalu berempati, kemudian saling mendung, memiliki sikap positif sampai adanya kesamaan.
Sedangkan untuk tingkat II dan III tentu untuk pengenalan itu sudah saling jauh, bahkan mungkin sudah saling akrab. Berdasarkan survey yang peneliti lakukan adalah kebanyakan nya yang melakukan sharing/ curhat adalah wanita/ perempuan.
KESIMPULAN
Komunikasi berawal dari gagasan yang ada pada seseorang. Gagasan itu diolahnya menjadi pesan dan dikirimkan melalui media kepada orang lain sebagai penerima, penerima menerima pesan, dan sesudah mengerti isi pesan itu pengirim pesan dapat menilai efektifitas pesan yang dikirimkannya. Berdasarkan tanggapan itu pengirim dapat mengetahui apakah pesannya dapat dimengerti dan sejauh mana pesannya dimengerti oleh orang yang dikirimi pesan itu. .Dari penelitian ini dapat menarik kesimpulan bahwa :
Strategi komunikasi disini memberi masukan, arahan, kepada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dengan kata lain peneliti melakukan wawancara pribadi secara langsung mengenai Komunikasi yang terjalin serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Penilaian menurut peneliti adalah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta. Memiliki ke efektifitasan dalam berkomunikasi dengan baik dan bagus, kemudia mampu saling terbuka, serta memiliki sikap yang empati terhadap sesama teman nya.
DAFTAR PUSTAKA
- Awi, Maria Victoria. (2016) Peranan Komunikasi Antar Pribadi Dalam Menciptakan Harmonisasi Keluarga Di Desa Kimaam Kabupaten Merauke jurnal komunikasi antar pribadi, 2, 1-12
- Abriyoso, 2012, Hubungan Efektivitas Komunikasi Antar pribadi dalam Keluarga dengan Motivasi Belajar Anak di Sekolah, E-Journal; Vol 1, No 1 (2012), Bandung.
Sendjaja, Djuarsa, 2004, Teori Komunikasi, Jakarta: Universitas Terbuka. - Suwardi, 2005, Sistem komunikai Indonesia, Medan: Bartong Jaya.
Khairuddin, H, 1985, Sosiologi Keluarga, Nur Cahaya, Yogyakarta. - Liliweri, Alo, 1991, Komunikasi Antar Pribadi, Cet.1: Bandung: PT. Citra Aditya Bakti. Melvin de Fleur, 1975, Theories of Mass Comunication 2nd edition, New York.
- Moor, 2004, “Humas, Membangun Citra Dengan Komunikasi”, Bandung: Rosda Karya. Mulyana Deddy, 2005, Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung: Remaja Rosdakarya.
- Pawit, 1991, Komunikasi Keluarga Suatu Aplikasi Dari Komunikasi Kelompok, Bandung: Alumni. Rakhmad Jalaludin, 1989, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remajakarya.






