Komunikasi Masyarakat Dalam Pelestarian Bahasa Kehidupan

Khalda Khairunnisa Fitriani 1 , Ratna Dewi Kartikasari 2

1,2 Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jl. K.H. Ahmad Dahlan, Cireundeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten

Khaldafitriyani2@gmail.com

 

Abstract

Preserving the Language of Life is an important thing to do so that these languages do not become extinct. One of the factors that influences language preservation is community communication. The following are several things that society can do to preserve the language of life through communication :

 

  • Increase Awareness

Society needs to increase awareness of the importance of preserving the language of life. This can be done by holding campaigns or outreach about these languages.

  • Use Everyday Language

People need to use everyday language in everyday life. By using this language, the language will continue to live and develop.

  • Defend Culture

The language of life is often related to the culture of a region. Therefore, society needs to maintain this culture so that the language of life remains alive.

  • Promoting Language

Society needs to promote the language of life so that it is better known by the wider community. This can be done by holding events or festivals that showcase the language and culture of a region.

Keyword: Preservation of the Language of Life

 

Abstact

Pelestarian Bahasa Kehidupan merupakan hal yang penting untuk dilakukan agar bahasa-bahasa tersebut tidak punah. Salah satu faktor yang mempengaruhi pelestarian bahasa adalah komunikasi masyarakat. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam pelestarian bahasa kehidupan melalui komunikasi:

 

  • Meningkatkan Kesadaran

Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian bahasa kehidupan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengadakan kampanye atau sosialisasi tentang bahasa-bahasa tersebut.

  • Menggunakan Bahasa Sehari-hari

Masyarakat perlu menggunakan bahasa sehari-hari dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan bahasa tersebut, maka bahasa tersebut akan terus hidup dan berkembang.

  • Mempertahankan Budaya

Bahasa kehidupan seringkali terkait dengan budaya suatu daerah. Oleh karena itu, masyarakat perlu mempertahankan budaya tersebut agar bahasa kehidupan tersebut tetap hidup.

  • Mempromosikan Bahasa

Masyarakat perlu mempromosikan bahasa kehidupan tersebut agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengadakan acara atau festival yang menampilkan bahasa dan budaya suatu daerah.

Kata Kunci: Pelestarian Bahasa Kehidupan

 

 

PENDAHULUAN

 

Bahasa merupakan alat komunikasi dan alat interaksi yang dimiliki oleh manusia dan menjadi eiri khas diri manusia. Manusia yang normal selalu menggunakan bahasa dalam beraktivitas antar sesama manusia dalam kehidupan sehari-hari, Begitu besarnya arti bahasa dalam kehidupan manusia tetapi kita selalu melupakan untuk memikirkan peranan bahasa, bahasa merupakan unsur vital dalam kebudayaan. Kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan. Segala kegiatan dan buah pikiran manusia menghasilkan kebudayaan.

Tiap kelompok masyarakat mempunyai kebudayaan yang berbeda, karena masyarakat Indonesia sejak dulu sudah dikenal dengan kemajemukannya dalam berbagai aspek, seperti adanya keberagaman suku bangsaletnis, agama, bahasa istiadat dan sebagainya. Setiap suku dan bangsa mempunyai budaya masing-masing, Keberagaman budaya yang ada di Indonesia juga berarti bahasanya pun beragam. Bahasa merupakan un sur penting dalam setiap kebudayaan.     Menurut Nababan, bahasa terlibat dalam semua aspek kebudayaan. Hampir semua kegiatan manusia dilakukan dengan berbahasa.

Kita tidak mungkin dapat mengembangkan unsure kebudayaan seperti pakaian, rumah, lembaga pemerintahan, dan sebagainyatanpa bahasa. Bahasa sebagai sistem komunikasi masyarakat mempunyai makna hanya dalam kebudayaan yang mewadahinya. Itu berarti, untuk memahami suatu budaya, kita perlu memahami bahasanya. Sebaliknya, untuk memahami suatu bahasa, sedikit banyak kita perlu memahami budayanya (Nugroho, 2007: 145).

Menurut kamus Antropologi (1985), bahasa daerah adalah bahasa yang dipergunakan oleh penduduk di daerah geografis tertentu yang terbatas dalam wilayah suatu negara. Kesadaran berbahasa merupakan modal penting dalam mewujudfungsikan berbahasa, bagaimana menempatkan bahasa yang beraneka ragam ke posisi yang sesuai dengan tuntutan zaman, namun tetap melestarikan kebudayaan lama.

Hal ini untuk menjaga agar bahasa daerah tidak punah karena hadimya bahasa resmi dan bahasa asing. Suatu kebudayaan yang tinggi derajatnya didukung oleh suatu bahasa dengan kesusastraan yang tinggi, walaupun suatu bahasa pada dasarnya hanya berfungsi sebagai alat komunikasi praktis antar sesama penuturnya. bahasa dan kebudayaan merupakan produk atau juga disebut hasil manusia. Hubungan bahasa dan kebudayaan ini dapat kita ketahui bahwa bahasa dapat menimbulkan kebudayaan serta sebaliknya.

 

  1. Pengertian Komunikasi

Istilah komunikasi (Indonesia) atau communication (Inggris) itu berasal dari bahasa Latin –communicatio yang berarti pemberitahuan, pemberian bagian (dalam sesuatu), pertukaran, dimana si pembicara mengharapkan pertimbangan atau jawaban dari pendengarnya; ikut mengambil bagian. Kata sifatnya communis artinya bersifat umum atau bersama-sama. Kata kerjanya communicare, artinya berdialog, berunding atau bermusyawarah. (Arifin, 1998:19). Sebuah definisi singkat dibuat oleh Harold D. Lasswell bahwa cara yang tepat untuk menerangkan suatu tindakan komunikasi ialah menjawab pertanyaan “siapa yang menyampaikan, apa yang disampaikan, melalui saluran apa, kepada siapa dan apa pengaruhnya”.(Hafied, 2006:18) Sebuah definisi yang dibuat oleh kelompok sarjana komunikasi yang mengkhususkan diri pada studi komunikasi antarmanusia (human communication) bahwa: “Komunikasi adalah suatu transaksi, proses simbolik yang menghendaki orang-orang mengatur lingkungannya dengan

 

  1. Membangun hubungan antarsesama manusia
  2. Melalui pertukaran informasi.
  3. Untuk menguatkan sikap dan tngkah laku orang lain.
  4. Serta berusaha mengubah sikap dan tingkah laku itu.

 

Everett M. Rogers seorang pakar Sosiologi Pedesaan Amerika yang telah banyak memberi perhatian kepada studi riset komunikasi, khususnya dalam hal penyebaran inovasi membuat definisi bahwa: “Komunikasi adalah proses di mana suatu ide dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka”.

 

  1. Bahasa

Bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan kemungkinan kita menciptakan kerjasama dengan sesama warga (keraf, 1984:4) Bahasa daerah sendiri merupakan bahasa identitas suatu komunitas. Menurut Republika.com (2014) “Indonesia diperkirakan memiliki 746b bahasa daerah. Namun yang berhasil dipetakan oleh Balai Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan hanya 594 bahasa daerah”. Akan tetapi seiring berkembangnya zaman bahasa daerah mulai ditinggalkan bahkan terdapat beberapa bahasa yang dinyatakan punah. Bahasa sebagai salah satu dari unsur kebudayaan tetapi juga sebagai alat komunikasi yang digunakan masyarakat untuk saling dapat melakukan interaksi sosial antar manusia. Bahasa mempunyai beberapa fungsi sosial yaitu komunikasi sosial, kontrol sosial, kerja sama sosial.

Fungsi bahasa dalam komunikasi adalah untuk mengirim pesan. Bahasa dijadikan sebagai ciri atau identitas diri oleh masyarakat, dan juga sebagai sarana berinteraksi sosial masyarakat saat melakukan komunikasi dengan siapa dan dimanapun. Bahasa dapat menjadi alat menilai pola perilaku, biasanya kebanyakan individu dapat dinilai perilakunya dari caranya dalam melakukan pembicaraan kepada individu lain.

 

 

  1. Pengertian Bahasa Daerah

 

Bahasa daerah adalah komponen budaya yang sangat penting dan mempengaruhi penerima serta prilaku manusia, perasaan dan juga kecenderungan manusia untuk mengatasi dunia sekeliling. Dengan kata lain, bahasa mempengaruhi kesadaran, aktivitas dan gagasan manusia, menentukan benar atau salah, moral atau tidak bermoral, dan baik atau buruk (Liliweri, 2003: 57). Menurut kamus antropologi (1985), bahasa daerah adalah bahasa yang dipergunakan oleh penduduk didaerah geografis tertentu yang terbatas dalam wilayah suatu Negara. Bahasa daerah sebagai salah satu penjelmaan dan bagian dari suatu bentuk kebudayaan, betapapun sederhananya tentu berharga untuk diketahui dan dipelajari demi perkembangan ilmu bahasa dan kebudayaan Indonesia secara keseluruhan dan utuh. Dalam suatu bahasa tentu akan terdapat rumusan nilai-nilai kehidupan masyarakat pendukungnya, seperti adat istiadat, nilai kerohanian, kesusilaan, tata cara kehidupan, alam pikiran, atau sikap pandangan hidup dan sebagainya yang meliputi segala aspek maupun inspirasi kebudayaan masyarakat pendukungnya (Liliweri, 2003 132).

Keberadaan sebuah bahasa lokal atau bahasa daerah sangat erat dengan eksistensi suku bangsa yang melahirkan dan menggunakan bahasa tersebut. Bahasa menjadi unsur pendukung utama tradisi dan adat istiadat. Bahasa juga menjadi unsur pembentuk sastra, seni, kebudayaan, hingga peradaban sebuah suku bangsa. Bahasa daerah dipergunakan dalam berbagai upacara adat, dan dalam percakapan seharihari. Dengan demikian bahasa daerah merupakan unsur pembentuk budaya daerah.

 

 

METODE

 

Metode penelitian yang di gunakan di penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif dapat digunakan untuk menemukan apa yang sedang terjadi dan untuk membuktikan apa yang telah di temukan. Menurut Moleong,(2003:3) penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menggunakan data despkriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang di amati. Sugiyono (2014:9) menuliskan bahwa penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang di gunakan untuk meneliti pada kondisi objek almiah.

 

  1. Teori Interaksi Simbolik

Teori Interaksi Simbolik adalah teori yang memiliki asumsi bahwa manusia mempengaruhi dan sebaliknya mempengaruhi juga di pengaruhi oleh masyarakat. Perspektif ini berasumsi bahwa masyarakat itu terdiri dari individuindividu yang telah mengalami proses sosialisasi dan eksistensi serta strukturnya tampak dan terbentuk melalui interaksi sosial yang belangsung di antara individu dalam masyarakat tersebut. Interaksi simbolik ini ada karena ide-ide dasar dalam membentuk makna yang berasal dari pikiran manusia (mind), mengenai diri (self), dan hubungannya ditengah interaksi sosial, dan tujuan akhir untuk memediasi, serta menginterpretasikan makna ditengah masyarakat (society) dimana individu tersebut menetap. Defenisi singkat dari ketiga ide dasar dari interaksi simbolik antara lain:

 

  1. 1. Pikiran (mind) adalah kemampuan untuk menggunakan symbol yang

mempunyai makna sosial yang sama, dimana tiap individu harus mengembangkan pikiran mereka melalui interaksi dengan individu lain.

  1. Diri (Self) adalah kemampuan untuk merefleksikan diri tiap individu dari penilaian sudut pandang atau pendapat orang lain, dan teori interaksi simbolis ini adalah salah satu cabang dalam teori sosiologi yang mengemukakan tentang diri sendiri (the-self) dan dunia luarnya.
  2. Masyarakat (society) adalah jejaring hubungan sosial yang diciptakan, dibangun, dan dikonstruksikan oleh tiap individu di tengah masyarakat, dan tiap individu tersebut terlibat dalam perilaku yang mereka pilih secara aktif dan sukarela, yang pada akhirnya mengantarkan manusia dalam proses pengambilan peran di tengah masyarakatnya.

 

“Mind, Self, dan Society” merupakan karya George Herbert Mead yang paling terkenal (Mead.1934 dalam West-Turner. 2008:96) dimana dalam buku tersebut memfokuskan pada tiga tema konsep dan asumsi yang dibutuhkan untuk menyusun diskusi mengenai teori interaksi simbolik. Tiga tema konsep pemikiran George Herbert Mead yang mendasari

Interaksi simbolik antara lain:

 

  1. Pentingnya makna dalam perilaku manusia
  2. Pentingnya konsep mengenai diri
  3. Hubungan antara individu dengan masyarakat

 

Fokus dari tema ini adalah untuk menjelaskan mengenai keteraturan dan perubahan dalam proses sosial. Asumsiasumsi yang berkaitan dengan tema ini adalah:

  1. Orang dan kelompok masyarakat dipengaruhi oleh proses budaya dan sosial.
  2. Struktur sosial dihasilkan interaksi sosial

 

 

FOKUS PENELITIAN

Fokus penelitian ini berlandaskan dari teori interaksi simbolik yaitu makna pesan yang disampaikan dalam interaksi sosial masyarakat untuk melestarikan bahasa daerah berdasarkan :

  1. Pikiran (Mind)
  2. Diri (Self)
  3. Masyarakat (Society)

 

HASIL PENELITIAN

 

  1. Pikiran ( Mind )

Teori Interaksi Simbolik adalah teori yang memiliki asumsi bahwa manusia membentuk makna melalui proses komunikasi. Interaksi simbolik ini ada karena ide-ide dasar dalam membentuk makna yang berasal dari pikiran manusia (mind) mengenai diri (self), dan hubungannya ditengah interaksi sosial, dan tujuan akhir untuk memediasi, serta menginterpretasikan makna ditengah masyarakat (society) dimana individu tersebut menetap.

Berdasarkan dengan fokus penelitian tentang Pikiran (Mind) yaitu kemampuan untuk menggunakan symbol yang mempunyai makna sosial yang sama, dimana tiap individu harus mengembangkan pikiran mereka melalui interaksi dengan individu lain.

Dalam komunikasi sosial antara individu pada masyarakat di desa Rasi mereka mengembangkan pikiran meraka melalui proses komunikasi atau interaksi dengan individu lainnya. Terkait pertanyaan peniliti kepada informan berkaitan dengan fokus penelitian tentang pikiran yaitu makna pesan yang disampaikan kepada orang lain berdasarkan pemikiran individu dalam melestarikan bahasa daerah dan pentingkah bahasa daerah Pasan Ratahan untuk tetap terus dilestarikan. Dari hasil penelitian peneliti menemukan bahwa proses penyampaian pesan yang dilakukan oleh para tokoh yang mempunyai peran di masyarakat yaitu ketika bertemu dengan orang lain meraka menyampaikan pesan kepada individu berdasarkan pemikiran mereka.

Komunikasi sosial yang disampaikan oleh para penutur tentang makna pesan yang disampaikan kepada masyarakat adalah para tokoh dan orang tua yang menggunakan bahasa daerah Pasan Ratahan, mereka menyampaikan pesan kepada masyarakat yaitu pada saat mereka berbicara dengan bahasa daerah. Dan dalam proses penyampain pesan kepada orang lain dengan menggunakan bahasa daerah pada masyarakat Desa Rasi lebih cenderung kepada kalangan orang tua karena pada saat mereka diajak berbicara dengan menggunakan bahasa daerah Pasan Ratahan komunikasi yang dilakukan lebih bermakna. Orang tua dan tokoh yang mempunyai peran di masyarakat ketika berbicara dengan orang lain dan menggunakan simbol seperti bahasa daerah Pasan Ratahan itu sudah dapat memaknai orang lain bahwa Bahasa Daerah Pasan Ratahan penting untuk di lestarikan. Dan makna pesan yang disampaikan kepada orang lain tentu nya berdasarkan buah pemikiran individu dalam melestarikan bahasa daerah. Berkaitan dengan teori interaksi simbolik dalam studi komunikasi perspektif interaksi ini mengangap setiap individu di dalam dirinya memiliki esensi kebudayaan, berinteraksi di tengah sosial masyarakatnya, dan menghasilkan makna “buah pikiran” yang disepakati secara kolektif.

 

  1. Diri ( Self )

Diri (Self) adalah kemampuan untuk merefleksikan diri tiap individu dari penilaian sudut pandang atau pendapat orang lain, dan teori interaksi simbolis ini adalah salah satu cabang dalam teori sosiologi yang mengemukakan tentang diri sendiri (the-self) dan dunia luarnya. Diri muncul dan berkembang jika terjadi komunikasi sosial atau komunikasi antar manusia. Diri juga memampukan orang untuk berperan dalam percakapan atau berkomunikasi dengan orang lain.

Berperan disini berarti seseorang mampu menyadari apa yang sedang dikatakanya dan menyimak apa yang sedang disampaikan bahasa daerah dengan orang lain atau masyarakat, diri mereka sudah terkonsep bahwa dengan kita mengunakan bahasa daerah Pasan Ratahan kita sudah dapat melestarikan bahasa daerah Pasan Ratahan sebagai identitas diri kita. Kendala yang dihadapi para penutur untuk melestarikan bahasa daerah pasan ratahan di desa Rasi adalah kurangnya minat generasi muda dalam mempelajari bahasa daerah Pasan Ratahan ini dikarenakan perkembangan zaman yang sudah modern. Banyak anakanak muda lebih sering mengikuti perkembagan teknologi yang sudah berkembang pesat sehingga mereka tidak menyadari bahwa bahasa daerah juga penting dipelajari sebagai identitas diri bagi orang Pasan Ratahan. Kurangnya penutur bahasa daerah juga menjadi hambatan pelestarian bahasa daerah Pasan Ratahan ini tidak berjalan efektif.

 

  1. Masyarakat (Society)

Masyarakat (society) adalah jejaring hubungan sosial yang diciptakan, dibangun, dan dikonstruksikan oleh tiap individu di tengah masyarakat, dan tiap individu tersebut terlibat dalam perilaku yang mereka pilih secara aktif dan sukarela, yang pada akhirnya mengantarkan manusia dalam proses pengambilan peran di tengah masyarakatnya. komunikasi sosial berperan penting bagi kehidupan manusia karena manusia itu sendiri dikenal sebagai mahluk sosial. Komunikasi sosial juga merupakan suatu proses pengaruh mempengaruhi dalam mencapai keterkaitan sosial yang dicita – citakan antar individu yang ada dimasyarakat. Dalam kehidupan masyarakat komunikasi sosial memiliki fungsi yaitu memberikan informasi dan bimbingan.

Terkait dengan fokus penelitian tentang masyarakat (society) yang berkaitan dengan pertanyaan peneliti mengenai bagaimana masyarakat yang mengetahui bahasa daerah pasan ratahan dalam memberikan informasi dan bimbingan dan bagaimana peran penutur dalam mempengaruhi masyarakat untuk melestarikan bahasa daerah Pasan Ratahan. Para tokoh yang dianggap mempunyai peran dalam melestarikan bahasa daerah Pasan Ratahan, ketika mereka memberikan informasi dan bimbingan pada masyarakat khusus nya pada kaum muda hanya sebatas kata-kata atau bahasa daerah Pasan Ratahan yang mereka mudah pahami. Sedangkan pada orang tua ketika saling memberikan informasi dan bimbingan itu terjadi pada saat ada yang mengajak berbicara dengan menggunakan bahasa daerah. Jenis Komunikasi sosial yang dilakukan oleh masyarakat yang menggunakan bahasa daerah paling sering adalah dengan komunikasi langsung dimana masyarakat ketika bertemu dengan orang lain secara tatap muka. Komunikasi sosial yang dilakukan secara langsung adalah masyarakat yang mengetahui bahasa daerah hanya berbicara menggunakan bahasa daerah Pasan Ratahan ketika ada yang saling pengaruh atau mempengaruhi. Ini juga berkaitan dengan perspektif interaksi simbolik yang penting dalam kehidupan sosial adalah memahami bagaimana individu mempengaruhi dan sebaliknya mempengaruhi juga dipengaruhi oleh masyarakat. Dari hasil wawancara dengan infoman penelitian mereka menyebutkan bahwa penggunaan bahasa daerah Pasan Ratahan hanya pada kalangan orang tua yang saling mempengaruhi dengan berbicara menggunakan bahasa daerah pasan ratahan dan itupun pada mereka yang tahu menggunakan bahasa daerah.

 

KESIMPULAN

 

Komunikasi masyarakat dalam pelestarian bahasa kehidupan sangat penting karena memainkan peran kunci dalam kehidupan sosial manusia, Berikut adalah beberapa kesimpulan materi terkait komunikasi masyarakat dalam pelestarian bahasa kehidupan :

 

  • Bahasa daerah sebagai bagian dari kebudayaan:

Bahasa daerah merupakan bagian dari kebudayaan dan hubungan antara bahasa dan kebudayaan. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi sebagai bahasa sehari-hari.

  • Komunikasi Sosial:

Komunikasi sosial terjadi antar individu dalam masyarakat dan memiliki konteks yang kaya akan budaya. Dalam melestarikan bahasa daerah, peran komunikasi sosial masyarakat sangat penting.

  • Penggunaan bahasa daerah dalam keluarga:

Komunikasi dalam keluarga juga melibatkan penggunaan bahasa daerah, seperti dalam pelestarian bahasa kehidupan. Dalam kesempatan ini, para orang tua yang menggunakan bahasa daerah lebih dominan dalam komunikasi dengan anak-anak muda.

  • Kesimpangsiuran dalam berkomunikasi:

Dalam pelestarian bahasa kehidupan, beberapa kesimpangsiuran dalam berkomunikasi diidentifikasi, seperti kalangan pemuda atau anak-anak.

  • Peran komunikasi keluarga:

Peran komunikasi dalam keluarga sangat penting dalam melestarikan bahasa daerah.

 

Secara keseluruhan, komunikasi masyarakat dalam pelestarian bahasa kehidupan sangat penting untuk melestarikan bahasa daerah dan menjaga kesadaran budaya dalam masyarakat.

 

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah penulis lakukan di Desa Rasi Kecamatan Ratahan mengenai peran komunikasi sosial masyarakat dalam melestarikan bahasa daerah Pasan Ratahan sebagaimana fokus penelitian dan teori interaksi simbolik maka ditarik kesimpulan sebagai berikut :

 

  1. Pikiran (Mind)

Dalam komunikasi sosial yang terjadi antara individu pada masyarakat di desa Rasi mereka mengembangkan pikiran meraka melalui proses komunikasi atau interaksi dengan individu lainnya. Proses penyampaian pesan yang dilakukan oleh para tokoh yang mempunyai peran di masyarakat itu ketika bertemu dengan orang lain meraka menyampaikan pesan kepada individu berdasarkan pemikiran mereka. para orang tua yang menggunakan bahasa daerah Pasan Ratahan menyebutkan bahwa. pada setiap pertemuan dengan orang yang menggunakan bahasa daerah Pasan Ratahan dan pada waktu mereka memberikan sambutan atau pidato dimasyarakat itu sudah mempunyai pesan yang baik kepada masyarakat untuk tetap terus melestarikan bahasa daerah Pasan Ratahan. Para tokoh yang mempunyai peran di masyarakat itu berbicara dengan orang lain dan menggunakan simbol seperti Bahasa Daerah Pasan Ratahan itu sudah memaknai orang lain bahwa Bahasa Daerah Pasan Ratahan penting untuk di lestarikan. Dan makna pesan yang disampaikan kepada orang lain tentu nya berdasarkan buah pemikiran individu tersebut dalam melestarikan bahasa daerah.

 

  1. Diri (self)

Konsep diri yang terbangun dari para tokoh yang mempunyai peran komunikasi sosial di masyarakat yaitu ketika mereka berbicara menggunakan bahasa daerah dengan orang lain atau masyarakat. Para penutur bahasa daerah dalam berbagai kesempatan itu berbicara dengan menggunakan bahasa daerah, yaitu pada saat bertemu dengan orang lain dan memberikan pidato atau sambutan pada acara-acara, baik kegiatan didesa ataupun dipesta suka maupun duka. Penggunaan bahasa daerah Pasan Ratahan pada masyarakat Desa Rasi tidak sepenuhnya mereka berbicara dengan menggunakan bahasa daerah Pasan Ratahan. Pada setiap berbicara dengan orang lain dan memberikan sambutan para penutur berbicara kadangkala dicampur dengan bahasa sehari-hari atau Bahasa Indonesia. Kurangnya kesadaran diri dari masyarakat terutama kaum muda untuk mau belajar bahasa daerah sebagai identitas diri, menjadi salah satu hambatan para orang tua yang bisa berbahasa daerah. Banyak orang tua yang sudah jarang mengajarkan bahasa daerah Pasan Ratahan kepada masyarakat terlebih khusus anak-anak muda karena mereka mengalami banyak kesulitan dalam melestarikan bahasa daerah.

 

  1. Masyarakat (Society)

Para tokoh yang dianggap mempunyai peran dalam melestarikan bahasa daerah Pasan Ratahan, ketika mereka memberikan informasi dan bimbingan pada masyarakat khusus nya pada kaum muda hanya sebatas kata-kata atau bahasa daerah Pasan Ratahan yang meraka mudah pahami. Komunikasi sosial yang dilakukan oleh masyarakat dalam menggunakan bahasa daerah paling sering adalah dengan komunikasi langsung dimana masyarakat ketika bertemu dengan orang lain secara tatap muka. Komunikasi sosial yang dilakukan secara langsung adalah masyarakat yang mengetahui bahasa daerah hanya berbicara menggunakan bahasa daerah Pasan Ratahan ketika ada yang saling pengaruh atau mempengaruhi. Pelestarian bahasa daerah Pasan Ratahan kepada masyarakat Desa Rasi dapat dikatakan belum maksimal karena penggunaan bahasa daerah Pasan Ratahan hanya pada kalangan orang tua yang saling mempengaruhi dengan berbicara menggunakan bahasa daerah Pasan Ratahan dan itupun pada mereka yang tahu menggunakan bahasa daerah.

 

REFRENSI

 

Effendy, Onong Uchjana 2007. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

Kridalaksana, Harimurti.2008.kamus linguisti.jakarta:Gramedia Pustaka Utama Arni, Muhammad. 2009. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara

Moleong, L.J.2003. Metode Penelitian Kualitatif.  Bandung : Remaja Rosdakarya.

Nia, K. K 2014 Komunikasi Antar Pribadi. Konsep Diri dan Teori Dasar. Yokyakarta Graha Ilmu

 

Sumber lain:

Meity Taqdir Qodratillah dkk. 2011, Kamus Besar Bahasa Indonesia Jakarta:Badan

Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

https://www.kompas.com/skola/read/2021/06/21/080000369/pelestarian-bahasa-kehidupan-melalui-komunikasi-masyarakat

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2018/06/pelestarian-bahasa-kehidupan-melalui-komunikasi-masyarakat

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *