WOWBEKASI.ID – Pondok Pesantren An-Nur Kota Bekasi menggelar acara Halal Bihalal dengan penuh kehangatan dan suasana kekeluargaan. Kegiatan yang berlangsung ini menghadirkan dimeriahkan oleh Gambus El Shofa.
Ahmad Ustuchri, pengasuh ponpes menjelaskan mengenai kegitan yang diadakan di tempatnya. Menurutnya halal bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan warisan ulama Nusantara yang telah terbukti menjadi alat perekat bangsa.
Ia pun menuturkan kisah sejarah ketika KH Abdul Wahab Hasbullah, pendiri Nahdlatul Ulama, menyarankan Presiden Soekarno untuk menggelar halal bihalal guna meredam tensi politik antar menteri yang kala itu memanas.
“Biasanya kalau udah kumpul, ketemu, makan bareng, saling memaafkan, itu biasanya cair. Dan terbukti, tensi politik menurun, suasana jadi lebih tenang,” jelasnya.
Menurutnya, tradisi saling memaafkan, bertukar hadiah, dan berkumpul dalam suasana hangat adalah cara paling efektif untuk merawat kebersamaan di tengah perbedaan. Bahkan dalam suasana duka pun, masyarakat Indonesia terbiasa untuk saling bertemu dan menguatkan.
Acara ini dikemas dengan nuansa kampung yang sederhana—tanpa sekat dan kotak-kotakan. Warga dan jamaah menikmati makanan khas Lebaran seperti bakso dan kue-kue dalam toples bersama. Meski banyak yang masih berada di kampung halaman, acara tetap berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan jamaah.
Ustuchri juga menyampaikan doa untuk Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, yang semula dijadwalkan hadir namun mendadak harus dirawat karena kondisi kesehatannya menurun.
“Pak Wali tadi kirim salam untuk jamaah. Kita doakan bersama semoga segera sehat kembali. Kita tahu beliau sangat aktif, agendanya padat sekali,” ucapnya.
Ia mengapresiasi kehadiran ratusan jamaah dan para wartawan yang hadir, serta mengingatkan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk terus dirawat demi menjaga nilai-nilai kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat.
“Tradisi kita ini kuat, dan salah satu yang bikin NKRI tetap utuh ya karena kultur Islam Nusantara ini: saling memaafkan, silaturahmi, dan cinta damai,” tutupnya.






